Sensasi Naik Ketingting Antara Tuheru dan Mosso

Posted: 22/11/2011 in NEW'S

Foto Selengkapnya
Perbekalan Kami diatas Ketinting Persiapan Menuju Desa MosoBerangkat .........Aku Bangga Punya Ketinting

Pulau Seram, Maluku memang terkenal dengan pesona baharinya, transportrasi laut menjadi sarana penting bagi perpindahan antar penduduk pulau yang satu dan lainnya. Ketinting misalnya, perahu kecil yang terbuat dari kayu dengan panjang sekitar lima meter menjadi primadona di negri para raja ini.

Bentuknya memang sederhana, namun soal jam terbang Ketinting mampu mengalahkan Kapal Feri yang besarnya 50 kali lipatnya. Hal ini terbukti dari sejarah di masa lampau, jauh sebelum Bangsa Portugis menduduki Maluku di tahun 1512. Ketinting sudah menjadi alat bantu dalam penyebaran bibit sagu, Cengkeh, Pala hingga pengolahannya.

Selain itu, ketinting juga membantu masyarakat untuk berpindah dari satu pulau ke pulau lain. Sehingga masyarakat Maluku percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari Pulau Seram atau Nusa Ina. Kami beranggapan, mungkin saja lagenda manusia pertama tersebut berasal dari sana dan kemudian menyebar karena melihat pulau-pulau lain, lalu membuat perahu sebagai transportrasi.

Dalam perjalanan menuju puncak Gunung Binaiya, kami harus naik ketinting dari Tehoru menuju Desa Moso. Meski ada perahu yang lebih cepat, kami lebih memilih Ketinting dalam menyebrangi dua teluk yang berbeda. Selain itu kami juga ingin merasakan nilai historis transportrasi di negri rempah-rempah.

Ketinting hanya mampu menampung lima penumpang saja dalam sekali jalan dan tidak bisa lebih. Awalnya kami sempat khawatir dengan muatan yang kami bawa. Maklum saja, kami haru membawa empat ransel besar berisi makanan yang nantinya akan di bawa oleh porter di Desa Moso.

Namun si pemiliknya, Sarifoin Lawalate (32) berkata, Tenang aja Mas, bulan ini ombak talalu basar, jadi kamong tenang sa. Tinggal duduk sa….. Pernyataannya menyakinkan kami kalau dengan beban yang banyak Ketinting mampu mengantar kami hingga ketujuan tanpa ada masalah yang tidak diharapkan.

Akhirnya 12 ransel besar dan tujuh orang termasuk kami peserta Aku Cinta Indonesia (ACI detik.com), masuk ke badan dua buah ketinting yang kami sewa. Dengan kekuatan mesin 6,6 berbahan bakar solar dan tarif yang dikenakan sebesar 20 ribu rupiah perkepala, kami berangkat dengan ucapan doa dalam hati agar diberi keselamatan.

Ternyata tidak benar dengan pernyataan Sarifoin, ombak besar. menimpa ketingting yang di tumpangi Rosa, Brama dan tiga teman lain dari Pecinta Alam Universitas pattimura. meraka terpaksa meminta bantuan ketinting lainnya di tengah laut dan memindahkan sebagian barang bawaan, karena beban berlebihan dan jalur yang dilewati cukup berombak.

Sekilas memang terlalu beresiko, mengingat saat itu mereka tengah berada di atas kedalaman 50-70 meter. Tentunya yang disayangkan bukanbarang bawaan yang kami takutkan tenggelam, melainkan alat dokumentasi seperti kamera dan laptop yang menjadi senjata utama dalam perjalanan panjang ini.

Raut wajah tegang dan khawatir terlihat dari muka mereka, namun si pemilik ketintaing yang membantu dengan tenang memberikan pengarahan untuk pindah. Saya dan tiga penumpang lainnya di ketinting yang berbeda tertawa sekaligus prihatin melihat mereka.

Dari kejauhan pesisir pantai desa Moso mulai terlihat, laut yang berwarna biru kehijauan segarkan mata kami, tidak ada pasir putih, hanya batu kolar bulat memenuhi daerah pesisir. Satu persatu ketinting bersandar ditepiannya. Moso adalah salah satu desa yang yang berada di Selatan P. Seram, saya kembali menduga, mungkin saja para lelehur terdahulu sempat menjadikan pelabuhan kecil dalam berpindah-pindah pulau.

sumber resmi : http://aci.detik.travel/read/2011/10/31/211901/1756902/1274/sensasi-naik-ketingting-antara-tuheru-dan-mosso?vt22011024   oleh: Dharma Wijayanto – Maluku

Komentar anda ??

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s